-->

searchbox



Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

Seni Memaknai Ujian Dakwah


 Beberapa waktu yang lalu. Saat kita diduga melakukan kesalahan. Berduyun-duyun para wartawan datang. Para kuli tinta dan pembawa kamera kompak menjadikannya headline. Beritanya begitu heboh. Hampir setiap menit ada tayangan berita akan dugaan kesalahan itu. Seakan semua kompak memberitakan dugaan kesalahan tersebut  pada dunia.

Rabu, 13 Maret 2013

Menikah Karena Cinta

Islamedia -  Kemarin saat saya pulang ke kampung halaman, saya sempat menghadiri resepsi pernikahan tetangga sebelah rumah. Umumnya pesta-pesta pernikahan di kota kelahiran saya, Binjai, selalu ada sesi undangan yang menyumbangkan lagu. Hal yang menarik perhatian saya kali ini adalah antusiasme dan kemesraan yang disajikan si penyumbang lagu. Berdua, suami-istri, mereka menyanyikan tiga lagu sekaligus dengan penuh penghayatan. Sempat saya menggumam dalam hati memuji kedekatan dan kekompakan pasangan ini. Padahal usia mereka tak lagi muda, tapi masih sangat kompak dan serasi sekali baik dalam penampilan berpakaian maupun saat menyanyi.

Inilah Jalan Dakwah


Inilah jalan dakwah
tempat buktikan jati diri
Lewati hari-hari tajamkan nurani
Sebarkan kebaikan dimuka bumi

Inilah jalan pewaris para nabi
meniti karir menjadi jundi rabbani
melewati hari tuk sampaikan misi suci
Membuka tabir harapan menuju surga abadi

Senin, 14 Januari 2013

Untukmu yang “Mempensiunkan” Dakwah


Dijalan dakwah kita tak mengenal musim gugur
Selalu ada dihati kita musim semi yang ditumbuhi bebunga
Dijalan dakwah kita tak pernah tahu apa artinya “pensiun”
Selalu ada kerja kerja untuk dakwah yang selalu menggelora
Dijalan dakwah kita tak mengenal “wisuda”
Selalu ada ujian-ujian yang tak henti menyapa
Dijalan dakwah kita tak pernah menginginkan banyak gelar
Selalu ada obsesi, bahagia dengan satu gelar, “S.Ps (Sarjana Penikmat Surga)”

Senin, 24 Desember 2012

Jalan Dakwah, seindah-indahnya nuansa kehidupan

Jalan dakwah adalah sebaik-baiknya jalan menuju surga. Seindah-indahnya nuansa kehidupan. Sebagus-bagusnya teman menyempurnakan ketaatan. Jalan dakwah adalah jalan yang memberikan begitu banyak tawaran pahala menggiurkan dengan sejuta sensasi kebahagiaan.

Jalan dakwah sudah seharusnya dinikmati selayaknya menerima anugerah kehidupan yang lain. Tak banyak orang yang berada di jalan ini. Dari yang tak banyak itu kita mungkin salah satunya. Kenapa harus kita? Ya memang harus kita, karena kita telah melakukan perjalanan yang jauh dalam menggapai kesempatan untuk bisa berada dijalan ini. Karena kita telah berikhtiar menjemput kesempatan dijalan ini dan ternyata ikhtiar itu tak bertepuk sebelah tangan. Buktinya hari ini, hari sebelumnya dan hari selanjutnya dan insya Allah hingga usia menempuh batas limitnya kita tetap ada dijalan ini.

Meski Terlambat, Kita Mesti Berbuat


Jangan jadi manusia yang suka larut dalam kekesalan. Sesungguhnya rasa menyesal saja tidak akan memperbaharui keadaan. Waktu yang telah berlalu tak akan pernah kembali. Begitu juga dengan semua kejadiaannya. Semuanya akan menjadi sejarah yang jadi kenangan. Meski kita pernah khilaf melakukan sebuah kesalahan. Atau kesalahan itu dilakukan dengan sadar.  Semuanya tetaplah kejadian masa lalu yang tak harus diratapi dengan tangisan berkepanjangan. Selama kita masih bernafas, selama itu pulalah kita harus bangkit dari keterpurukan. Kita juga tak harus iri dengan keberhasilan yang  telah diraih orang lain. Semuanya punya jalur kesuskesan sendiri. 

Menjaga Perasaan, Membenarkan Ucapan


            Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.

Sabtu, 22 Desember 2012

Cinta Dakwah, Cintai Keluarga

Suatu malam sehabis mengambil air wudhu untuk menunaikan Qiyamullail. Aku sempatkan menonton televisi melihat skor pertandingan perempat final yang mempertemukan Portugal dan Republik Chezka. Ternyata pertandingannya telah usai dan dimenangkan Portugal. Layar televisi menampilkan iklan-iklan komersil hingga pandangan mataku tertuju pada sebuah iklan sinetron berjudul “Air Mata Ibu”. Ada yang menarik dari iklan ini sehingga membuatku bertahan sejenak untuk menontonnya. Seorang ibu yang berprofesi sebagai Ustadzah sedang menyampaikan ceramah pada ibu-ibu pengajian. Dalam ceramahnya ustadzah ini menekankan kepada jemaahnya tentang bahaya minum-minuman keras. “ Sesungguhnya minuman keras itu haram hukumnya,  katanya berapi-api”. Para peserta tampak serius mendengarkan ceramah itu dan mengangguk-angguk tanda setuju. 

Selasa, 18 Desember 2012

Menanti Bebas dari Tahanan Rokok



Tak ada tempat yang aman didunia ini dari hembusan asap rokok.  Diatas motor mereka merokok. Dibecak mereka merokok. Didalam kantor mereka merokok. Diruangan ber AC mereka merokok. Kenapa ini bisa terjadi dinegeriku yang mayoritas penduduknya muslim. Bukankah rokok itu racun yang merenggut ketahanan fisik. Lebih ironis lagi sebagan besar ahli hisab itu adalah orang-orang miskin. Mereka tak peduli perut keroncongan, asal rokok telah terjepit diantara telunjuk dan jari tengah semua masalah seolah tanpa masalah. Mereka baru sadar tentang bahaya rokok saat tubuh bergegar menahan batuk. Jantung tergouncang memompa darah beracun. Hidung tersengal menghisap oksigen. Tubuh terbaring menanti ajal. Ya mereka baru sadar saat timbunan  racun dan jutaan zat perusak yang dihisab bertahun-tahun itu mulai mengkudeta ketangguhan imun tubuh. 

Enyahkan Sampah "Pikiran Negatif"


Berpikir positif adalah kunci kebahagiaan. Otak kita menyimpan begitu banyak file kehidupan dari semenjak kita hadir di dunia ini hingga kematian mengakhiri kinerjanya. Alangkah bahagianya hari-hari kita saat pikiran positif itu selalu hadir. Tak ada kemarahan hanya karena cercaan dan celaan orang lain. Tak ada rasa sesal saat yang kita inginkan belum tercapai atau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Jumat, 14 Desember 2012

Dahsyatnya Berubah


Perubahan adalah kemestian. Tiada seorangpun hamba Allah dimuka bumi ini yang tidak mengalami fase perubahan. Kita hari ini adalah bentuk-bentuk perubahan dari proses kehidupan yang telah kita lewati selama ini. Bahkan jika kita berdiam diri pun sebenarnya kita hanya menunggu waktu dilibas perubahan. 

Kesuksesan hidup tidak akan pernah diraih oleh orang-orang yang senang bersantai ria. Kita mesti berubah setiap harinya agar kita bisa mengikuti perubahan zaman. Seorang syaikh pernah berkata, “ bahkan jika seluruh orang didunia ini telah berkumpul hatinya sebaik Rasulullah SAW sekalipun, perubahan kearah capaian-capaian yang lebih baik tetap perlu dilakukan. Bukankah Rasulullah SAW pernah mengingatkan, Barangsiapa yang hari ini tidak lebih baik dari kemaren mereka adalah golongan-golongan pecundang. 

Cintaku Hanya Untuk Tuhanku


Tak pernah kering tinta menuliskan kata satu ini. Tak pernah kehilangan ide para penulis menyajikannya. Tak pernah lelah pujangga mensyairkannya. Itulah cinta. Dari dulu hingga kiamat nanti kata ini akan selalu didengung-dengungkan. Dinyanyikan oleh penyanyi, diceramahkan oleh para Da’i, digubah oleh para sastrawan dipermanis oleh para novelis dan teramat sering difilmkan oleh para sineas.

Karena cintalah dunia ini masih berputar. Karena cintalah kita bisa merasakan nikmatnya persaudaraan. Merasakan nikmatnya ibadah dan lezatnya menebarkan kebaikan kepada sesama. Karena cintalah kita masih betah menikmati kehidupan ini. Tak ada kehidupan jika manusia tak memiliki rasa cinta.

Senin, 10 Desember 2012

Jangan Miskin Hingga Akhirat

Sesungguhny kemiskinan mendekatkan diri kepada kekufuran. Begitu sabda Rasul mulia yang mengingatkan kita untuk berhati-hati dengan kemiskinan.  Inilah penyakit berbahaya yang rentan meruntuhkan keimanan. Lihatlah dalam kehidupan kita hari ini, banyak kita dapati orang-orang yang tergadaikan keimanannya karena kemiskinan yang menghimpitnya. Sering kita dengarkan orang-orang yang menjual keimanannya karena  ketiadaan uang untuk memenuhi rasa laparnya. Bahkan beberapa tahun yang lalu nurani kita menggigil saat mendengar dan melihat belasan orang meninggal hanya karena ketidaktertiban mengantri kupon zakat dari seorang kaya yang dermawan.

Karena Waktu Tak Pernah Kembali

Waktu adalah produk kehidupan terlangka di dunia. Sungguh  mahal harganya dan amat berat konsekuensi melalaikannya. Bayangkan sedetik yang lalu akan menjadi kenangan dan tidak bisa diulangi meski kita membayar uang sepenuh bumi. Begitulah hakikat waktu, senantasa mendatangkan konsekuensi kehidupan yang sangat mahal. Betapa merugi orang-orang yang menyia-nyiakannya. Betapa merana orang yang tiada memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Karena Waktu kita Hanya Hari ini


Lihatlah hari ini
Sebab ia adalah kehidupan, kehidupan dari kehidupan
Dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu
Nikmat Pertumbuhan
Pekerjaan yang indah
Indahnya kemenangan
Karena hari kemaren tak lebih dari sebuah mimpi
Dan esok hari hayalah bayangan
Namun harii ini ketika anda hidup sempurna
Telah membuat hari kemaren sebagai impian yang indah
Setiap hari esok adalah bayangan yang penuh harapan
Maka lihatlah hari ini
Inilah salam untuk sang fajar
(Kalidasa, Salam Untuk Sang Fajar)

Jumat, 07 Desember 2012

Rasulullah Kurindu Padamu

 Siang ini sehabis menunaikan sholat jumat dan makan siang kuputuskan membuka televisi. Channel pertama terbuka dan menampilkan siaran lagu-lagu religi di TVRI. Penyanyinya adalah grup Band Qasidah terkenal yang masih eksis hingga sekrang, Bimbo. Ada getaran hati yang berbeda saat mendengarkan indahnya lantunan lagu mereka yang teramat dalam pesan kehidupannya. 

Jangan Sekedar Bermimpi

Memiliki impian hendaknay di fokuskan. Ibarat menyelam di air. Saat Kehabisan oksigen, maka impian utama kita adalah bisa mendapatkan udara segar untuk bernafas. Kalaulah digoda dengan wanita sangat cantik, uang yang sangat bannyak, dan pemandangan indah yang sangat menggoda. Semuanya tak akan mampu mengalahkan keinginan kita mendapatkan udara segar untuk bernafas. Ketika layar telah dikembangkan, tak akan kepikiran merapat kembali.  Impian akan menjadi udara segar yang senantiasa selalu dicari saat tenggelam didasar lautan.

Rabu, 14 November 2012

Indahnya Pemaknaan Bertahun Baru



1 Muharam adalah pilar kebangkitan peradaban. Saat keputusan hijrah sang Rasul terabadikan sejarah, saat itulah kita memahami bahwa hijrah adalah keputusan yang tepat untuk merubah sejarah. Mekkah yang sudah tak bersahabat lagi dengan dakwah harus ditnggalkan untuk sementara waktu. Memang ini adalah keputusan yang sulit. Meninggalkan tanah kelahiran dengan sejuta kenangannya adalah pertaruhan nuansa hati. Namun ini mesti dijalani. Demi keberlangsungan dakwah. Disaat tekanan datang semakin bertubi-tubi. Disaat Rasulullah kehilangan dua penopang dakwah dan terusir dengan sangat menyakitkan di Thaif. Hijrah adalah solusi terindah yang Allah anugerahkan kepada Rasullullah SAW.

Minggu, 11 November 2012

Pohon Tarbiyah

 
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negeri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Terik matahari tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai tak runuhkan azzammu
Raga kan terluka tak jerihkan nyalimu
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu….
(Syair Nasyid Sang Murabbi)

Selasa, 06 November 2012

Jangan Menyepi dari Dakwah

Memori Rihlah Bukit Real 2011
Hati-hati dengan kesepian. Inilah salah satu penyakit yang mampu menggerogoti semangat berkarya, beramal dan berdakwah. Dulu ada sebagian kaum berilmu yang menyepikan diri dari pergaulan bersama umat karena ingin fokus dalam beribadah kepada Allah SWT. Tidak mau disibukkan dengan aktivitas lain yang akan mengganggu konsentrasi ibadahnya.