Beberapa
waktu yang lalu. Saat kita diduga melakukan kesalahan. Berduyun-duyun para
wartawan datang. Para kuli tinta dan pembawa kamera kompak menjadikannya headline. Beritanya begitu heboh.
Hampir setiap menit ada tayangan berita akan dugaan kesalahan itu. Seakan semua
kompak memberitakan dugaan kesalahan tersebut pada dunia.
Stay Connected
searchbox
-
Ukhuwah Forever
Ukhuwah tidak mengenal kesudahan,ia mengiringimu dalam hidup sebagai penyejuk,menyapamu dalam kesendirian yang melelahkan dan menjagamu tetap dalam senyum. Ukhuwah adalah persaudaraan yang kekal dan ia tak mengenal kejenuhan. Ukhuwah selalu punya sesuatu untuk dibagi, meski hanya sebuah nasehat atau sebait doa yang tidak tampak -
Jangan Menyepi Dari Dakwah
Ketika sholat tak mampu lagi khusyuk, ketika tilawah Qur’an tak lagi menenangkan jiwa. Ketika dhuha dan Qiyamullail sudah semakin sering ditinggalkan. Ketika kita semakin jauh dari saudara-saudara seperjuangan. Waspadalah, itulah yang menyebabkan virus untuk menyepi dari jalan dakwah berkembang biak. -
Menjejak Kote Ale-Ale
Harta yang paling berharga adalah keluarga istana yang paling indah adalah keluarga cinta yang paling indah adalah menikah jalan hidup yang paling berharga adalah DAKWAH.... -
Untukmu yang mempensiunkan Dakwah
Dijalan dakwah kita mengenal pensiun -
Inilah Jalan Dakwah
Inilah jalan dakwah tempat buktikan jati diri Lewati hari-hari tajamkan nurani Sebarkan kebaikan dimuka bumi -
Pemuda
Pemuda , Panggung peradaban selalu menampilkan pemuda Setiap zaman selalu ada pemuda yang mempahlawankan dirinya Menggoyangkan kursi empuk pelaku tirani Menguburkan & menghempaskan rezim tak berperi. -
Dahsayatnya Kenikmatan Surga
Yok Masuk Surga Rame-rame -
Sekelumit Cerite Perjalanan Ke Tebas
Kamis, 17 mei 2012 kame’ besame tujoh sahabat melakukan pejalanan jaoh menyusuri pesisir utara kalimantan barat.
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
Menikah Karena Cinta
Islamedia - Kemarin saat saya pulang ke kampung halaman, saya sempat menghadiri resepsi pernikahan tetangga sebelah rumah. Umumnya pesta-pesta pernikahan di kota kelahiran saya, Binjai, selalu ada sesi undangan yang menyumbangkan lagu. Hal yang menarik perhatian saya kali ini adalah antusiasme dan kemesraan yang disajikan si penyumbang lagu. Berdua, suami-istri, mereka menyanyikan tiga lagu sekaligus dengan penuh penghayatan. Sempat saya menggumam dalam hati memuji kedekatan dan kekompakan pasangan ini. Padahal usia mereka tak lagi muda, tapi masih sangat kompak dan serasi sekali baik dalam penampilan berpakaian maupun saat menyanyi.
Inilah Jalan Dakwah
Inilah jalan dakwah
tempat buktikan jati diri
Lewati hari-hari tajamkan nurani
Sebarkan kebaikan dimuka bumi
Inilah jalan pewaris para nabi
meniti karir menjadi jundi rabbani
melewati hari tuk sampaikan misi
suci
Membuka tabir harapan menuju surga
abadi
Senin, 14 Januari 2013
Untukmu yang “Mempensiunkan” Dakwah

Dijalan dakwah kita tak mengenal musim gugur
Selalu
ada dihati kita musim semi yang ditumbuhi bebunga
Dijalan
dakwah kita tak pernah tahu apa artinya “pensiun”
Selalu
ada kerja kerja untuk dakwah yang selalu menggelora
Dijalan
dakwah kita tak mengenal “wisuda”
Selalu
ada ujian-ujian yang tak henti menyapa
Dijalan
dakwah kita tak pernah menginginkan banyak gelar
Selalu
ada obsesi, bahagia dengan satu gelar, “S.Ps (Sarjana Penikmat Surga)”
Senin, 24 Desember 2012
Jalan Dakwah, seindah-indahnya nuansa kehidupan
Jalan dakwah adalah sebaik-baiknya jalan menuju surga. Seindah-indahnya
nuansa kehidupan. Sebagus-bagusnya teman menyempurnakan ketaatan. Jalan
dakwah adalah jalan yang memberikan begitu banyak tawaran pahala
menggiurkan dengan sejuta sensasi kebahagiaan.
Jalan dakwah sudah seharusnya dinikmati selayaknya menerima anugerah
kehidupan yang lain. Tak banyak orang yang berada di jalan ini. Dari
yang tak banyak itu kita mungkin salah satunya. Kenapa harus kita? Ya
memang harus kita, karena kita telah melakukan perjalanan yang jauh
dalam menggapai kesempatan untuk bisa berada dijalan ini. Karena kita
telah berikhtiar menjemput kesempatan dijalan ini dan ternyata ikhtiar
itu tak bertepuk sebelah tangan. Buktinya hari ini, hari sebelumnya dan
hari selanjutnya dan insya Allah hingga usia menempuh batas limitnya
kita tetap ada dijalan ini.
Meski Terlambat, Kita Mesti Berbuat
Jangan jadi manusia yang suka larut dalam kekesalan.
Sesungguhnya rasa menyesal saja tidak akan memperbaharui keadaan. Waktu yang
telah berlalu tak akan pernah kembali. Begitu juga dengan semua kejadiaannya.
Semuanya akan menjadi sejarah yang jadi kenangan. Meski kita pernah khilaf
melakukan sebuah kesalahan. Atau kesalahan itu dilakukan dengan sadar. Semuanya tetaplah kejadian masa lalu yang tak
harus diratapi dengan tangisan berkepanjangan. Selama kita masih bernafas,
selama itu pulalah kita harus bangkit dari keterpurukan. Kita juga tak harus
iri dengan keberhasilan yang telah diraih
orang lain. Semuanya punya jalur kesuskesan sendiri.
Menjaga Perasaan, Membenarkan Ucapan
Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu
baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah
limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat
pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan
oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.
Biasanya Rasulullah
SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun
limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali
dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta
diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.
Sabtu, 22 Desember 2012
Cinta Dakwah, Cintai Keluarga
Suatu malam sehabis
mengambil air wudhu untuk menunaikan Qiyamullail. Aku sempatkan menonton
televisi melihat skor pertandingan perempat final yang mempertemukan Portugal
dan Republik Chezka. Ternyata pertandingannya telah usai dan dimenangkan
Portugal. Layar televisi menampilkan iklan-iklan komersil hingga pandangan
mataku tertuju pada sebuah iklan sinetron berjudul “Air Mata Ibu”. Ada yang
menarik dari iklan ini sehingga membuatku bertahan sejenak untuk menontonnya.
Seorang ibu yang berprofesi sebagai Ustadzah sedang menyampaikan ceramah pada
ibu-ibu pengajian. Dalam ceramahnya ustadzah ini menekankan kepada jemaahnya
tentang bahaya minum-minuman keras. “ Sesungguhnya minuman keras itu haram
hukumnya, katanya berapi-api”. Para
peserta tampak serius mendengarkan ceramah itu dan mengangguk-angguk tanda
setuju.
Selasa, 18 Desember 2012
Menanti Bebas dari Tahanan Rokok
Tak ada tempat yang aman didunia ini dari
hembusan asap rokok. Diatas motor mereka
merokok. Dibecak mereka merokok. Didalam kantor mereka merokok. Diruangan ber
AC mereka merokok. Kenapa ini bisa terjadi dinegeriku yang mayoritas
penduduknya muslim. Bukankah rokok itu racun yang merenggut ketahanan fisik.
Lebih ironis lagi sebagan besar ahli hisab itu adalah orang-orang miskin.
Mereka tak peduli perut keroncongan, asal rokok telah terjepit diantara
telunjuk dan jari tengah semua masalah seolah tanpa masalah. Mereka baru sadar
tentang bahaya rokok saat tubuh bergegar menahan batuk. Jantung tergouncang
memompa darah beracun. Hidung tersengal menghisap oksigen. Tubuh terbaring
menanti ajal. Ya mereka baru sadar saat timbunan racun dan jutaan zat perusak yang dihisab
bertahun-tahun itu mulai mengkudeta ketangguhan imun tubuh.
Enyahkan Sampah "Pikiran Negatif"
Berpikir positif adalah kunci kebahagiaan. Otak kita
menyimpan begitu banyak file kehidupan dari semenjak kita hadir di dunia ini
hingga kematian mengakhiri kinerjanya. Alangkah bahagianya hari-hari kita saat
pikiran positif itu selalu hadir. Tak ada kemarahan hanya karena cercaan dan
celaan orang lain. Tak ada rasa sesal saat yang kita inginkan belum tercapai
atau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.Jumat, 14 Desember 2012
Dahsyatnya Berubah
Perubahan adalah kemestian. Tiada
seorangpun hamba Allah dimuka bumi ini yang tidak mengalami fase perubahan.
Kita hari ini adalah bentuk-bentuk perubahan dari proses kehidupan yang telah
kita lewati selama ini. Bahkan jika kita berdiam diri pun sebenarnya kita hanya
menunggu waktu dilibas perubahan.
Cintaku Hanya Untuk Tuhanku
Tak pernah kering tinta
menuliskan kata satu ini. Tak pernah kehilangan ide para penulis menyajikannya.
Tak pernah lelah pujangga mensyairkannya. Itulah cinta. Dari dulu hingga kiamat
nanti kata ini akan selalu didengung-dengungkan. Dinyanyikan oleh penyanyi,
diceramahkan oleh para Da’i, digubah oleh para sastrawan dipermanis oleh para
novelis dan teramat sering difilmkan oleh para sineas.
Karena cintalah dunia
ini masih berputar. Karena cintalah kita bisa merasakan nikmatnya persaudaraan.
Merasakan nikmatnya ibadah dan lezatnya menebarkan kebaikan kepada sesama.
Karena cintalah kita masih betah menikmati kehidupan ini. Tak ada kehidupan
jika manusia tak memiliki rasa cinta.
Senin, 10 Desember 2012
Jangan Miskin Hingga Akhirat
Sesungguhny kemiskinan
mendekatkan diri kepada kekufuran. Begitu sabda Rasul mulia yang mengingatkan
kita untuk berhati-hati dengan kemiskinan.
Inilah penyakit berbahaya yang rentan meruntuhkan keimanan. Lihatlah dalam kehidupan kita
hari ini, banyak kita dapati orang-orang yang
tergadaikan keimanannya karena kemiskinan yang menghimpitnya. Sering kita dengarkan orang-orang yang menjual keimanannya
karena ketiadaan uang untuk memenuhi
rasa laparnya. Bahkan beberapa tahun yang
lalu nurani kita menggigil saat mendengar dan melihat belasan orang meninggal hanya karena ketidaktertiban mengantri kupon zakat dari
seorang kaya yang dermawan.
Karena Waktu Tak Pernah Kembali
Waktu adalah produk kehidupan terlangka di
dunia. Sungguh mahal harganya dan amat
berat konsekuensi melalaikannya. Bayangkan sedetik yang lalu akan menjadi kenangan dan tidak bisa diulangi
meski kita membayar uang sepenuh bumi. Begitulah hakikat waktu, senantasa
mendatangkan konsekuensi kehidupan yang sangat mahal. Betapa merugi orang-orang
yang menyia-nyiakannya. Betapa merana orang yang tiada memanfaatkannya dengan
sebaik-baiknya.Karena Waktu kita Hanya Hari ini
Lihatlah hari ini
Sebab ia adalah kehidupan, kehidupan
dari kehidupan
Dalam sekejap dia telah melahirkan
berbagai hakikat dari wujudmu
Nikmat Pertumbuhan
Pekerjaan yang indah
Indahnya kemenangan
Karena hari kemaren tak lebih dari
sebuah mimpi
Dan esok hari hayalah bayangan
Namun harii ini ketika anda hidup
sempurna
Telah membuat hari kemaren sebagai
impian yang indah
Setiap hari esok adalah bayangan yang
penuh harapan
Maka lihatlah hari ini
Inilah salam untuk sang fajar
(Kalidasa, Salam Untuk Sang
Fajar)
Jumat, 07 Desember 2012
Rasulullah Kurindu Padamu
Siang ini sehabis menunaikan sholat
jumat dan makan siang kuputuskan membuka televisi. Channel pertama terbuka dan
menampilkan siaran lagu-lagu religi di TVRI. Penyanyinya adalah grup Band
Qasidah terkenal yang masih eksis hingga sekrang, Bimbo. Ada getaran hati yang
berbeda saat mendengarkan indahnya lantunan lagu mereka yang teramat dalam
pesan kehidupannya.
Jangan Sekedar Bermimpi
Memiliki impian hendaknay di fokuskan.
Ibarat menyelam di air. Saat Kehabisan oksigen, maka impian utama kita adalah
bisa mendapatkan udara segar untuk bernafas. Kalaulah digoda dengan wanita
sangat cantik, uang yang sangat bannyak, dan pemandangan indah yang sangat
menggoda. Semuanya tak akan mampu mengalahkan keinginan kita mendapatkan udara
segar untuk bernafas. Ketika layar telah dikembangkan, tak akan kepikiran
merapat kembali. Impian akan menjadi
udara segar yang senantiasa selalu dicari saat tenggelam didasar lautan.
Rabu, 14 November 2012
Indahnya Pemaknaan Bertahun Baru
1 Muharam adalah pilar kebangkitan peradaban. Saat
keputusan hijrah sang Rasul terabadikan sejarah, saat itulah kita memahami
bahwa hijrah adalah keputusan yang tepat untuk merubah sejarah. Mekkah yang
sudah tak bersahabat lagi dengan dakwah harus ditnggalkan untuk sementara
waktu. Memang ini adalah keputusan yang sulit. Meninggalkan tanah kelahiran
dengan sejuta kenangannya adalah pertaruhan nuansa hati. Namun ini mesti
dijalani. Demi keberlangsungan dakwah. Disaat tekanan datang semakin
bertubi-tubi. Disaat Rasulullah kehilangan dua penopang dakwah dan terusir
dengan sangat menyakitkan di Thaif. Hijrah adalah solusi terindah yang Allah
anugerahkan kepada Rasullullah SAW.
Minggu, 11 November 2012
Pohon Tarbiyah
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negeri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Terik matahari tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai tak runuhkan azzammu
Raga kan terluka tak jerihkan nyalimu
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu….
(Syair Nasyid Sang Murabbi)
Selasa, 06 November 2012
Jangan Menyepi dari Dakwah
![]() |
| Memori Rihlah Bukit Real 2011 |
Langganan:
Postingan (Atom)















